SELAMAT DATANG CAHAYA UMAT MANUSIA

Dinamika kehidupan umat manusia umumnya dan umat Islam khususnya dimulai sejak bayi mungil yang bernama Muhammad bin Abdillah lahir dan menyinari ufuk kota Mekkah. Sinar Muhammad tidak hanya berhenti di kota Mekkah namun menembus cakrawala dunia. Sejak ia dilahirkan pena-pena sejarah mulai bergerak. Setiap gerak-geriknya menjadi bahan tulisan penting kalangan sejarawan.Sebelum peristiwa bi`tsa (penobatan sebagai Nabi), Muhammad saw belum begitu diperhitungan oleh sejarah. Namun sejak peristiwa bi`tsa poros sejarah semakin kencang bergulir. Di sinilah langkah-langkah Muhammad saw begitu bermakna. Di sinilah Muhammad saw mulai mengibarkan bendera tauhidnya. Bendera yang mencabut akar-akar syirik yang meracuni akal umat manusia sepanjang masa. Bendera yang tidak mengenal perbedaan ras, suku dan bahasa. Bendera yang mempertemukan semua umat dalam satu slogan dan samudera, yaitu: Lailahaillallah Muhammad Rasulullah.Lalu apa yang terjadi setelah Muhammad saw mengibarkan bendera fitrah itu? Di sinilah detak jantung sejarah semakin kencang berdegup. Mengapa? Karena Muhammad saw harus melawan gelombang resistensi para alumni universitas berhalaisme yang diawali dengan tampilnya sang biang syirik yaitu Abu Lahab dengan kalimat ketusnya yang ditujukan pada Nabi saw: “Tabbat laka ya Muhammad ali hadza jama`tana” (Celaka engkau hai Muhammad apakah karena ini [bendera tauhid] kau mengumpulkan kami). Lalu Tuhan Pengutus Muhammad saw tidak membiarkan kekasihnya diejek seperti itu. Dengan wahyu suci-Nya, ia membalas ejekan Abu Lahab itu: “Sungguh celaka tangan Abu Lahab.” (QS. Al Lahab: 1) Sejak peristiwa itu denyut nadi kota Mekkah bertiup semakin kencang. Para ibu dan gadis-gadis remaja yang biasanya rajin mengosip yang tidak-tidak sambil makan kurma dan “mencari kutu” kini semua memasukkan Muhammad dalam pembicaraan mereka. Tapi Muhammad saw bukan gosip murahan yang tak bermakna. Cerita tentang Muhammad saw adalah sebuah fakta yang tak terbantah.Selanjutnya, cerita tentang anak yatim itu terus bergulir dari satu telinga ke telinga lainnya. Dan nama Muhammad saw menjadi “headline” dalam setiap pembicaraan penduduk kota Mekkah. Mereka yang belum pernah bertemu Muhammad dan mendengar suaranya semakin penasaran dan “kebelet” untuk segera bertemu dengannya. Seperti apa sih Muhammad itu? Tampan atau tidak? Menarik atau tidak? Apa yang dibicarakannnya? Apa yang diserunya? Sehebat apa dia sehingga berani melawan arus deras syirik yang sudah mencemari udara kota Mekkah? Seistimewa apa pribadi Muhammad itu? Apakah Muhammad pernah berdusta dan berbuat aniaya? Apakah Muhammad pernah minum arak seperti yang mereka minum? Apakah Muhammad punya “berhala tandingan” yang lebih besar dan lebih hebat daripada yang mereka miliki? Misi apa yang dibawanya dan siapa yang menjadi sponsor dan dalangnya serta cita-cita apa yang ingin diraihnya? Apakah Muhammad datang hanya sekadar mencari sensasi murahan? Dan di balik pertanyaan-pertanyaan kritis dan nakal itu hanya satu harapan: bertemu Muhammad!!!Akhirnya, pertemuan mereka dengan Muhammad saw menjungkir balikkan semua prediksi buruk mereka. Semua dugaan mereka tentang Muhammad saw salah besar. Kefasihan lidah Muhammad saat merangkai kata demi kata bak menyihir mereka. Daya tarik fisik Muhammad pun membuat mereka terpana. Argumentasi tahan banting putra Bani Hasyim ini bak petir di siang bolong. Putra Asuhan Wahyu dengan percaya diri membongkar borok-borok dan koreng-koreng jahiliyaisme dan berhalaisme. Alumni Gua Hira ini dengan lantang dan berani meneriakkan gema tauhid dan mulai mengubur bau-bau syirik.Mekkah bergolak. Bursa saham bergejolak. Para penyembah berhala dan bangsawan-bangsawan Quraisy sangat terganggangu dengan “produk baru” yang diperdagangkan Muhammad. Pasar-pasar syirik mulai memperhitungkan “barang baru” yang dibawa Muhammad dan sudah mulai memenuhi pasar umum. Muhammad mulai menjadi “momok mengerikan” bagi para pelaku pasar. Lalu sistem apa yang mereka rancang untuk membendung laju berbahaya Muhammad? Strategi apa yang mereka ciptakan untuk membuat Muhammad gulung tikar? Opini apa yang harus mereka sebarkan untuk membungkam ambisi putra Abdillah ini?Tidak ada satu cara rasional pun untuk menghentikan sepak terjang Muhammad. Semua yang disampaikan Muhammad adalah kebenaran mutlak. Bahkan bocah yang masih bau kencur tapi mumayyiz pun membenarkannya. Muhammad terlalu kuat untuk mereka lawan. Muhammad terlalu “sakti” untuk mereka guna-guna. Para penyihir dari berbagai kabilah sudah kehabisan stamina dan akal untuk bisa memperdaya Muhammad. Para cendekiawan Quraisy dan para dosen universitas “Lata dan Uzza” sudah kehabisan kata untuk memperdaya Muhammad. Sudah usang dan tidak tepat julukan “dukun”, “penyair”, dan “orang gila” bagi Muhammad. Dan harapan mereka hanya tingggal satu dan ini berada di pundak Walid bin Mughirah, orang yang mereka juluki sebagai Raihanatul Arab (kembang kebanggaan orang-orang Arab).Kemudian apa yang terjadi? Dan apa yang dilakukan oleh Raihanatul Arab ini? Setelah memutar otaknya ke sana kemari, ia dengan lantang mengatakan: Muhammad penyihir! Ia mampu menyihir orang yang tidak percaya menjadi percaya. Dengan sihirnya ia mampu menceraiberaikan antar anggota keluarga dimana boleh jadi si anak Muslim dan si bapak kafir atau sebaliknya; atau si suami Muslim dan si istri kafir atau sebaliknya.Dalam beberapa waktu julukan “penyihir” bagi Muhammad terasa lebih pas dan lebih “keren” daripada julukan lainnya seperti dukun dan orang gila. Namun tak lama kemudian julukan itu pun sirna ditelan dan digilas oleh roda kebenaran yang dikemudikan Muhammad. Selidik demi selidik membuktikan bahwa Muhammad tak punya ruangan rahasia atau bawah tanah untuk mengguna-gunai orang-orang yang tidak mau mengikutinya. Bahkan rumah Muhammad pun tidak pernah tercium bau kemenyan atau dupa yang biasa dipakai para dukun saat memulai prakteknya. Lebih jauh lagi, Muhammad tidak pernah tertarik dengan dunia hitam ini, apalagi punya bakat besar dalam hal ini. Sahabat-sahabat Muhammad saw adalah mereka yang mengikutinya dengan kebebasan dan tidak ada tekanan. Muhammad tidak pernah menjanjikan atau mengiming-imingi “bonus” atau “kupon berhadiah” bagi siapapun yang mengikutinya. Hanya karena keimanan dan tunduk kepada tuntunan akal mereka membela Muhammad saw. Sahabat-sahabat Muhammad saw menyadari bahwa ancaman, siksaan, dan berbagai kesulitan lainnya yang mereka hadapi adalah “harga yang paling murah” yang harus mereka bayar demi sebuah kebebasan kemanusiaan.Dan pada akhirnya, pasca penaklukan kota Mekkah nama Muhammad semakin membumbung ke angkasa. Tidak hanya makhluk di bumi yang sibuk membicaraknnya bahkan makhluk di langit pun turut “ngerasani” suami Khadijah al Kubra ini. Dan sesuai dengan namanya Muhammad yang berarti terpuji, beliau terpuji di bumi dan Ahmad yang berarti terpuji di langit. Sejarah tidak dapat menghentikan langkah Muhammad. Kolom-kolom sejarah pun penuh dengan cerita mantan pengembala yang bersahaja ini. Para sejarawan mau tidak mau harus memasukkan Muhammad sebagai sumber berita utama dalam tulisan-tulisan dan goresan-goresan pena mereka. Para kuli tinta sibuk untuk memburu berita baru tentang ayah Fatimah ini. Para jurnalis sering bergadang untuk menulis aspek terbaru tentang Muhammad saw. Para pengusaha koran dan surat kabar kala itu ramai-ramai menambah jumlah halaman dan menaikkan oplah karena setiap berita tentang Muhammad sangat “laris-manis” di kalangan pembaca. Karena Muhammad adalah “biang berita” dan karena dia adalah hakikat sejarah yang bergerak. Dan semua sepakat bahwa tanpa Muhammad saw maka sejarah hampa alias tak bermakna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: