Secangkir Kopi Pahit: What “I’m Doing”?

 

What “I’m Doing”?

 

Anda pernah lihat seseorang yang mengiring keong? Atau Anda pernah dengar orang yang “ngepel” jalan raya? Ya itu hanya sebuah anekdot yang mungkin tidak terlalu lucu. Yang ingin saya katakan adalah bahwa kadang-kadang karena kita tidak mengenali tujuan hidup kita yang sesungguhnya maka kita mengerjakan hal-hal yang sia-sia. Orang yang berpandangan hidup secara melulu materi maka dia akan menghitung jam dengan fulus. Artinya, setiap jam ia harus menghasilkan sekian banyak uang/dolar. Orang yang berpandangan sok suci dan sok agamis maka ia akan mengukur waktu dengan berusaha menumpuk amal/ibadah. Bagi orang yang sok Islami ini, setiap jam berarti ia harus melaksanakan sekian banyak ibadah dan ia akan mendapat sekian banyak pahala. Ini adalah tipe pedagang, tapi pedagang akhirat. Ia beribadah hanya untuk mendapatkan kenikmatan surga.

 

 

Inilah tingkatan ibadah yang biasa-biasa saja. Karena sebuah ibadah yang dibangun dengan semangat untuk meraih surga, bukan dengan landasan cinta kepada Yanag Maha Indah.

Ada tipe orang yang lain lain, ia tidak bernafsu mengejar materi, tapi ia begitu bernafsu untuk memuaskan hawa nafsunya. Ia habiskan masa mudanya dengan hura-hura dan foya-foya. Klub malam adalah langganannya. Siang dibuatnya menjadi malam dan malam dibuatnya menjadi siang. Baginya, orang yang bahagia adalah orang yang menghabiskan masa mudanya dalam kenikmakatan hawa nafsu. Orang yang mengekang hawa nafsu “yang liar” adalah orang yang tidak bahagia. Seks bebas, meneguk alkohol/minuman keras dan bahkan mengkonsumsi obat terlarang dalam batas-batas tertentu bila dapat menjamin kebahagiaan seseorang maka hal itu legal dan sah-sah saja. Yang penting, kita tidak mengganggu dan menyakiti orang lain. Demikian cara berpikir mereka.

Ya, di sinilah pentingnya

 

 

 

SECANGKIR KOPI PAHIT (SKP). Bila misalnya, Tuhan memberi Anda usia hanya satu hari maka apa yang akan Anda lakukan? Apa Anda akan menghamburkan waktu Anda secara sia-sia? Tentu tidak! Di sinilah pentingnya sabda Nabi saw: Shalatlah seperti shalat yang terakhir kali bagimu. Maka jika kita mengerti dan memahami hakikat hidup, kita akan mengisi hidup hanya dengan sesuatu yang berarti bagi diri kita dan bagi orang lain. Hidup adalah anugerah dan anugerah itu harus digunakan di jalan yang benar. Jika kita mengenal pentingnya nilai hidup maka kita akan mengaudit hidup kita dengan penuh kejelian dan hati-hati. Kita tidak akan gampang memilih teman yang akan menjerumuskan kita ke jurang kehancuran. Kita tidak akan sederhana memilih pasangan hidup kita (suami/istri) yang akan menemani kita mengarungi kehidupan bersama. Betapa banyak istri yang baik rusak karena suami yang jahat/buruk akhlaknya. Dan sebaliknya, betapa banyak istri yang rusak menjadi baik karena suami yang baik dan teladan. Betapa banyak anak yang baik dan polos rusak karena magnit teman yang jahat perilakunya. Dan begitu juga sebaliknya. Bila kita menghargai hidup ini maka kita akan selalu bertanya:

What “I’m Doing”?

Apakah yang akan saya lakukan ini sesuai dengan tujuan hidup saya? Atau justru menjauhkan saya dari tujuan? Apakah ini merugikan saya atau menguntungkan? Apakah mencemarkan nama baik saya dan keluarga atau tidak? Dan pertanyaan ini yang paling penting sebagai pemungkas dari pesan SKP: apakah yang saya lakukan ini membahagiakan Nabi saw atau malah membahagiakan musuh Nabi, yaitu setan yang terkutuk? Bila seseorang berzina dan melakukan seks bebas tanpa akad nikah dalam bentuk apapun maka sebenarnya ia telah membahagiakan setan. Bila ia berbahagia karena perbuatannya itu maka ia sejatinya sedang berbahagia bersama setan. Bila seseorang membantu saudaranya maka ia sedang menggembirakan Nabi saw dan karena itu  ia patut bergembira.

Renungkanlah…!

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: