Kembalilah Merpatiku!

Kembalilah Merpatiku!

merpati-putih-kuthumbnail


Buah Tin menyemi kembali seiring datangnya musim semi

Sepasang merpati putih sedang memadu kasih tak pedulikan sang pemerhati

Cinta Hakiki telah terpatri di dalam sanubari

Meski zaman silih berganti

Namun Cinta Hakiki tak kan pernah usang dan mati

Biarkan manusia merampas Cinta Sejati

Biarkan kesombongan meredam Cinta Sejati

Biarkan sekat-sekat sosial meminggirkan Cinta Sejati

Namun Cinta Sejati tetap tumbuh di hati yang suci


Wahai merpati yang terluka dan merana ke sana kemari…

Aku tahu betapa tidak mungkin kau terbang dengan satu sayap

Kini bumi terasa sempit bagimu

Kau berada di alam bebas

Tapi sebenarnya kau terpenjara

Karena hatimu nihil Cinta

Kau miskin di saat kaya

Karena hatimu nihil Cinta

Kau kesepian di tengah keramaian

Karena hatimu nihil Cinta

Kau lapar di tengah timbunan makanan

Wahai merpati yang kesepian

Mustahil kau hidup tanpa Cinta

Mustahil kau bahagia tanpa Cinta

Mustahil kau tertawa tanpa balut Cinta

Mustahil kau tidur tenang tanpa musik Cinta

Mustahil kau bangun tanpa alarm Cinta

Mustahil kau melangkah dan berjalan tanpa melodi Cinta

Mustahil kau berlayar dan berselancar tanpa ombak Cinta

Bahkan mustahil kau masak bubur dan nasi kuning tanpa aroma Cinta

Wahai merpati putihku yang bingung….

Ku tak ingin melihatmu terluka lagi

Ku tak mau menyaksikanmu menderita lagi

Ku khawatir kau tertangkap oleh pemburu yang kejam dan tak tahu diri

Ku benci memandangmu terjerat dalam jeruji cinta semu dan tak berarti

Wahai merpati putih kesayanganku…

Selama deru ombak masih terdengar nyaring di pantai

Selama kokok ayam jantan putih masih bersiul di pagi hari

Selama rintik hujan masih membasahi bumi

Kembalilah wahai merpati putihku

Dekaplah Cinta Sejatimu

Gapailah kedua sayapmu

Aku telah siapkan makanan kesukaanmu

Aku telah bersihkan sangkarmu

Aku rindukan celoteh dan siulanmu

Musim semi kini telah tiba

Tanpa kehadiranmu hidupku terasa hampa

Kembalilah wahai merpati putihku…

Aku janji tuk tidak pernah manyakitimu

Aku janji tuk selaku mencintaimu

Kembalilah wahai merpati putihku…

Aku tahu hanya aku obat bagi luka hatimu

Aku tahu hanya aku peringan deritamu

Aku tahu hanya aku yang mampu membuatmu tertawa

Aku tahu hanya aku yang dapat mengusap air matamu

Akulah pelepas dahaga rindumu

Karena aku adalah Cinta Sejatimu

By Alcapon

1 Response so far »

  1. 1

    siti .m said,

    bagus sekali..puisiya
    andy kan aku sebagy merpati cinta itu
    alangkah indahya hidup ini.dn pasti hidupku merasa lengkap..
    namun sayngya kata2 itu semuya terbalik..jadi susah untuk…memasukn
    kata2 puisiya kehati..karena kata2 puisiya..haya membalut derita cinta ku


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: