EKSPRESIKAN CINTAMU DENGAN BUNGA, BUKAN DENGAN KATA-KATA!

dscn6784

Husin Hamid dan penulis

Saudara dan kawan dekat saya yang berinisial Shohibul Silaturahmi alias Abu Muhammad Hamzah (Husain al Hamid yang dalam foto di atas bercambang alias berewok) ketiban berkah istimewa, yaitu lahirnya jabang bayi munggil nan lucu. Tentu saja kawan saya tersebut girang gak karuan…karena ini adalah pengalaman pertamanya menjadi ayah….Hari-hari menjelang kelahiran anaknya, saya sangat memperhatikan dan “membedah” gerak-geriknya. Saat bayi “mendarat” ke dunia dengan selamat, saya bersama kawan saya itu meluncur menuju rumah sakit.

Di tengah perjalanan, saya dikagetkan dengan rencana kawan saya ini untuk membeli bunga yang akan dihadiahkannya untuk istri tercintanya. Saya kaget, karena saya bayangkan ia begitu kaku dan tidak seromantis saya. Dengan bercanda saya berkata kepadanya, mengapa kamu membeli bunga? Apakah kamu tidak percaya dengan “kekuatan” diksi dan kata-kata? Bukankah kata-kata mampu menyihir pendengar dan pembacanya? Mengapa kamu percaya dengan kekuatan benda (bunga)?

Saya melanjutkan canda saya, maaf, apakah ini kali pertama kamu memberikan bunga kepada istrimu? Kalau iya, saya khawatir istrimu akan semapot alias pingsan saat menerimanya! Kawan saya itu hanya tersenyum tipis menghadapi celotehan dan canda saya. Iya, hari itu saya mendapatkan hikmah melalui kawan saya yang terkadang sangat “mengemaskan” saya. Hikmah yang saya maksud adalah “mengeksperikan rasa cinta pada kekasih kita”. Bukankah Nabi saw pernah bersabada yang kurang lebih redaksinya demikian: “Bila Anda mengatakan “aku cinta padamu” pada istrimu” maka perkataanmu itu akan tetap membekas dan terkenang di lubuk hatinya yang paling dalam dan tak akan pernah hilang.”

Hanya saja, untuk mengekspresikan rasa cinta itu tidak selalu dengan menggunakan kata-kata. Salah satu bentuk pengekspresian rasa cinta itu adalah memberi bunga. Pemberian bunga itu menandakan bahwa kita sayang pada kekasih kita; kita berbahagia menjalani hidup dengannya; kita berbagi rasa dengannya.

Terkadang memberi bunga itu terasa lebih mudah dan sederhana daripada kita merangkai kata-kata pujian dan terima kasih pada kekasih kita, meskipun untuk itu kita harus merogoh kocek kita. Melempar kata-kata itu sangat murah, bahkan gratis, namun tidak selalu kata-kata yang kita ceploskan itu enak didengar di telinga dan pas buat pendengar kita.

Memilih bunga yang pas buat hadiah pasangan kita mungkin jauh lebih mudah daripada memilih diksi yang elegan, “menggigit dan “bertenaga” buat pasangan kita atau pembaca tulisan kita. Bukankah sering kali “bertempur” karena kata-kata yang keliru atau diksi yang “ngawur”? Bukankah karena diksi lawan jadi kawan dan sebaliknya kawan jadi lawan? Tapi pernahkah seseorang berkelahi karena pemberian bunga? Tidak! Karena wujud bunga itu sendiri memberikan makna. Dan maknanya hanya satu dan tidak punya penafsiran yang negatif. Ia hanya bermakna persahabatan dan kasih sayang.

Sedangkan kata-kata seringkali ditafsirkan secara serampangan. Bukankah terkadang penulis memaksudkan hal yang positif dalam tulisannya namun pembaca tulisannya justru berkesimpulan negatif.

Ya, merangkai kata-kata itu jauh lebih sulit daripada merangkai setangkai bunga. JADI, EKPRESIKAN RASA CINTAMU DENGAN BUNGA! DAN TIDAK HARUS ANDA MENGEKSPRESIKAN CINTA DENGAN KATA-KATA.

Mas Alcaff (Pengasuh Warong Kopi Jahe Pahit)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: