MENIMBANG KUALITAS KEBERADAAN

Andaikan orang yang tak berilmu diam niscaya manusia tidak akan berselisih di antara mereka (Sayidin Ali)

Filsafat ialah pengenalan manusia terhadap dirinya (al Kindi)

Menjadi ulama itu sulit, menjadi manusia mustahil (Imam Khumaini).

 

Saat ada perahu dihantam ombak yang besar dimana di dalam perahu itu terdapat anak-anak, para wanita dan seorang yang berilmu (ilmuwan, ulama, pelajar dll) maka siapakah yang harus diselamatkan dahulu? Mungkin kalau menurut pertimbangan hukum internasional, maka anak-anak dan kaum hawa yang harus diamankan dahulu, kemudian penumpang lainnya. Namun bila menggunakan pertimbangan “kualitas keberadaan” maka jawabannya boleh jadi lain lagi.


Tulisan singkat ini mencoba untuk mengupas “kualitas keberadaan” dan klasifikasi wujud. Tujuannya adalah mencari mana wujud yang paling mulia di antara pelbagai wujud yang lain. Tentu kita tahu bahwa kualitas wujud manusia berbeda dengan kualitas wujud hewan, tumbuhan dan benda-benda selainnya.

 

Begitu kita bangun tidur (melek mata) maka kita melihat keberadaan, baik keberadaan diri kita maupun keberadaan bantal-guling dan benda-benda lainnya di sekeliling kita. Keberadaan itu kita sebut wujud atau being (dalam bahasa Inggeris). Lawan dari keberadaan itu adalah ketidakadaan. Ketidakadaan itu adalah sesuatu yang tidak bernilai. Wujud adalah sumber pelbagai pengaruh dan segala sesuatu terjadi/tercipta karena keberadaan, bukan karena ketidakadaan.

 

Klasifikasi Wujud:

Wujud Benda-Benda Mati

Kita melihat wujud yang secara zahir (kasat mata) tidak memiliki perasaan, gerakan dan pertumbuhan, seperti batu dan tanah. Kelompok ini disebut benda-benda mati.

 

Wujud Tanaman

Kelompok ini pada batas tertentu memiliki perasaan, gerakan dan pertumbuhan, seperti berbagai macam tanaman. Saat kita bandingkan tanaman dan benda-benda mati maka kita menemukan bahwa masing-masing memiliki keberadaan. Tanaman mempunyai timbangan berat, begitu juga benda mati. Masing-masing mempunyai timbangan. Tanaman dapat tumbuh dan berkembang biak namun benda-benda mati tidak memiliki kesempurnaan ini. Tentu pemilik kesempurnaan ini pengaruh wujudnya jauh lebih besar. Jadi, tanaman peringkatnya lebih baik daripada benda mati.

 

Wujud Hewan

 

Kelompok ini memiliki pelbagai gerakan dan perasaan mereka lebih kuat daripada perasaan tanaman. Bahkan mereka mempunyai pelbagai perbuatan yang berasal dari iradah (kehendak) mereka. Saat kita bandingkan kelompok ini dengan tanaman maka kita temukan bahwa masing-masing memiliki keberadaan, fisik dan tuntutan-tuntutan fisik. Tanaman juga tumbuh dan berkembang. Yakni, ia memiliki kekuatan yang dengannya ia dapat memakan makanannya dan mengunyahnya. Kekuatan ini pun kita temukan pada hewan. Namun hewan memiliki kelebihan (kesempurnaan) yang tidak dimiliki oleh tanaman, yaitu gerakan yang bersumber dari kehendak dan berbagai perbuatan dimana semua ini berasal dari perasaan, kekuatan, pandangan yang lebih besar dan lebih kuat. Jadi, pengaruh keberadaan hewan lebih besar daripada tanaman. Maka, hewan peringkatnya lebih baik daripada tanaman.

 

Wujud Manusia

Kelompok ini memiliki semua pengaruh wujud binatang. Mereka tumbuh, berperasaan, bergerak secara iradah serta mempunyai kekuatan hayawaniah. Namun perbuatan-perbuatan mereka tidak meniru/sama dengan hewan. Semua binatang, tumbuhan dan benda-benda mati dikerahkan untuknya dan mereka berkuasa atas semua. Wujud yang menakjubkan ini bernama “manusia”. Maka, mau tidak mau kekuatan hidup dan keberadaannya jauh lebih besar daripada hewan. Jadi, manusia peringkatnya lebih tinggi daripada hewan.

Jika kita meneliti manusia maka kita menemukan bahwa insan-insan yang berilmu pengaruh wujudnya lebih besar daripada mereka yang tak berilmu. Semua penemuan dan inovasi berasal dari para ilmuwan, bukan dari manusia yang buta huruf. Manusia yang tak berilmu tunduk dan mengikuti manusia yang berilmu. Jadi, manusia yang berilmu adalah lebih mulia dan terhormat daripada manusia yang tak berilmu, hewan, tanaman dan benda mati. Maka, ilmu merupakan wujud yang terhormat dan mulia. Karena itu, misalnya dalam kasus penyelamatan dari maha bahaya maka ulama lebih diutamakan meskipun dari kaum hawa dan anak-anak. Sebab kualitas keberadaan mereka lebih bermakna daripada yang lain. Bila seorang alim meninggal maka terjadi celah besar di tengah umat yang tak kan pernah tergantikan, demikian sabda Nabi saw.

 

Fungsi Mengenal Kualitas Keberadaan Manusia

Mungkin sebagian kita bertanya, apa fungsi dari mengenal kualitas keberadaan manusia? Jawabannya, menurut hemat saya sederhana saja, biar kita dapat memperlakukan manusia sesuai dengan kualitas kemanusiaannya. Artinya, produk apapun yang kita keluarkan selaras dan sejalan dengan kualitas keberadaan manusia. Saat kita mengeluarkan produk hukum, misalnya, maka sebisa mungkin hukum yang kita buat tidak berbenturan dengan nilai-nilai insaniah. Kebebasan itu baik dan manusia menginginkannya. Namun tentu tidak semua kebebasan cocok untuk manusia. Kebebasan yang tak terbatas alias kebebasan hayawaniah tidak layak diterapkan untuk manusia. Kebebasan seks, misalnya sulit diterima oleh manusia karena di dalam dirinya ada kecemburuaan dan harga diri. Orang sebebas Freud pun akan terganggu harga dirinya ketika misalnya istrinya dirayu oleh orang lain. Orang yang menggorbankan harga dirinya pada hakikatnya ia berusaha mengikis kualitas keberadaannya dan secara perlahan ia mensejajarkan dirinya dengan hewan. Inilah pentingnya kita harus mengenal kualitas keberadaan diri kita. Bila kita mengenal kualitas keberadaan diri kita maka kita pun akan menghargai manusia. Bila bangsa kita tercinta mengenal kualitas keberadaan manusia maka pemerintah dan anggota DPR berusaha mensinergikan seluruh program dan agendanya demi menjaga dan meningkatkan kualitas keberadaan manusia. Pornografi dalam pelbagai bentuknya tidak sejalan dengan kualitas keberadaan manusia. Sinetron-sinetron yang tidak mendidik dan tidak membawa pesan-pesan moral yang diserukan oleh seluruh agama bertentangan dengan kualitas keberadaan manusia. Film-film yang hanya menonjolkan kekerasan dan seks akan “membunuh” jiwa manusia dan akan membuat mereka liar dan bengis.

 

Investasi di Bidang Pendididikan=Mengenal Kualitas Keberadaan Manusia

Salah satu ciri peningkatan kualitas keberadaan manusia di suatu negara menurut hemat saya ketika negara benar-benar menghargai mereka yang bekerja di bidang pendidikan, penelitian dan penemuan ilmiah. Perhargaan itu dalam bentuk peningkatan anggaran pendidikan, pemberian gaji yang layak bagi para guru, dukungan dan perhatian penuh pemerintah, baik secara materil dan moril terhadap mereka yang menuntut dan mengembangkan ilmu. Dalam pertemuan kami dengan pimpinan DPR, Bpk Agung Laksono, beliau menegaskan bahwa DPR tentu akan memperjuangkan peningkatan anggaran pendidikan hingga 20 %. Tentu kami mendukung hal ini. Karena semakin besar lapangan pendidikan diberikan kepada masyarakat maka semakin besar pula kemajuan akan dicapai oleh negara. Pemerintah harus menghadapi “perang terhadap kebodohan” seserius menghadapi “perang terhadap kemiskinan”. Kemiskinan adalah hal yang dibenci oleh rakyat namun kebodohan tidak kalah dibencinya oleh mereka. Menurut hemat saya, program mengentaskan kemiskinan harus diimbangi dengan program memberantas kebodohan. Jika pembangunan mal-mal dan pusat-pusat belanja begitu menjamur di kota-kota besar maka para investor dan mereka yang berkantong tebal sudah saatnya tidak hanya berpikir untuk mengenyangkan rakyat, tapi juga mencerdaskan mereka. Investasi di bidang pendidikan adalah investasi yang rasional, meski tidak selalu menguntungkan. Investasi di bidang pendidikan adalah salah satu usaha riil demi menghargai dan meningkatkan kualitas manusia. Sedangkan investasi di bidang sandang dan pangan hanya memanjakan aspek hayawaniah manusia. Sayidina Ali mengingatkan kita agar jangan sampai terjebak dalam hal ini. Beliau berkata: “Barangsiapa yang hanya memperhatikan isi perutnya (berpikir hanya untuk mengenyangkannya) maka nilai orang tersebut tidak lebih dari apa yang keluar darinya.”

Oleh: Mas Alcaff

Pengasuh Tetap Warong Kopi Jahe Pahit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: