Sesuatu Yang Hilang dan Fana Tidak Layak Dicintai

 

 

Pertanyaan penting yang harus segera dijawab ialah: kepada siapa gerangan cinta yang merupakan pelita kehidupan dan nilai manusia ini ditujukan? Sesungguhnya cinta abadi tidak layak ditujukan kepada sesuatu pun kecuali kepada sesuatu yang abadi, karena ia tidak tepat jika dinisbatkan kepada sesuatu yang hilang atau fana.

Cinta itu adalah hak Zat Yang Maha Hidup dan tidak mati, yang memberikan kehidupan atas semua wujud. Ar-Rumi berargumentasi atas hal tersebut melalui kisah Nabi Ibrahim as yang terekam dalam Al-Qur’an: “Aku tidak suka kepada sesuatu yang tenggelam (hilang).” (QS. al-An`am: 76)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: