Mutiara Hikmah dari Sang Nabi saw

 Lanjutan Sabda Nabi saw

7- Wahai Ali, beruntunglah wajah yang dipandang oleh Allah, yaitu wajah yang menangis karena dosa yang tiada seorangpun yang mengetahui dosa tersebut selain Allah.

 

لِلمُرائي ثَلاثُ عَلاماتٍ : يَنشَطُ إذا كانَ عِنَد النّاسِ ويَكسَلُ إذا كانَ وَحدَهُ‏ويُحِبُّ أن يُحمَدَ في جَميعِ الاُمورِ؛

 

 

8-Tanda orang yang berbuat riya’ itu ada tiga: Bersemangat jika banyak orang, bersikap malas jika sendirian dan suka dipuji dalam banyak hal.

 

لَيسَ يَنبَغي لِلعاقِلِ أن يَكونَ شاخِصاً إلّا في ثَلاثٍ : مَرَمَّةٍ لِمَعاشٍ أو خُطوَةٍلِمَعادٍ أو لَذَّةٍ في غَيرِ مُحَرَّمٍ؛

 

9-Orang yang berakal tidak seyogianya…kecuali dalam tiga hal: memperbaiki kehidupan, melangkah untuk (bersiap) menuju hari kiamat, atau menikmati sesuatu yang tidak diharamkan.

يا عَليُّ! إيّاكَ وَالكِذبَ ؛ فَإنَّ الكِذبَ يُسَوِّدُ الوَجهَ

10- Wahai Ali, hati-hati jangan sampai engkau berbohong karena berbohong itu menghitamkan wajah.

 

يا عَليُّ! لاتَحلِف بِاللَّهِ  كاذِباً ولا صادِقاً مِن غَيرِ ضَرورَةٍ ولا تَجعَل اللَّهَ عُرضَةًلِيَمينِكَ فإنَّ اللَّهَ لايَرحَمُ ولا يَرعى‏ مَن حَلَفَ بِاسمِهِ كاذِباً؛

 

11- Wahai Ali, janganlah engkau bersumpah dusta kepada Allah, atau bersumpah secara benar namun dalam keadaan tidak perlu (tidak mendesak), dan janganlah Allah engkau jadikan sebagai modal sumpahmu karena Allah tidak akan merahmati dan melindungi orang yang bersumpah dusta atas nama-Nya.

 

يا عَليُّ! إيّاكَ واللَّجاجَةَ ؛ فَإنَّ أَوَّلَها جَهلٌ وآخِرَها نَدامَةٌ؛

12- Wahai Ali, janganlah engkau bersikap keras kepala karena sikap itu diawali dengan kebodohan dan diakhiri dengan penyesalan.

 

وَأمّا عَلامَةُ النّاصِحِ فَأربَعَةٌ : يَقضي بِالحَقِّ ويُعطي الحَقَّ مِن نَفسِهِ ويَرضى‏ لِلنّاسَ ما يَرضاهُ لِنَفسِهِ ولايَعتَدي عَلى‏ أحَدٍ؛

 

 

13-Tanda orang yang memberikan nasihat  ada empat: mengadili dengan kebenaran, menerapkan kebenaran meskipun pada dirinya, memperlakukan masyarakat sebagaimana ia memperlakukan dirinya sendiri dan ia tidak berbuat aniaya pada seseorangpun.

 

طُوبى‏ لِمَن أنفَقَ الفَضلَ مِن مالِهِ وأمسَكَ الفَضلَ مِن قَولِهِ؛

14-Beruntunglah seseorang yang mendermakan kelebihan hartanya dan mencegah kelebihan lidahnya.

طُوبى‏ لِمَن حَسَّنَ مَعَ النّاسِ خُلقَهُ وبَذَلَ لَهُم مَعونَتَهُ وعَدلَ عَنهُم شَرَّهُ؛

15- Beruntunglah seseorang yang bersikap baik pada masyarakat dan membantu mereka serta menjauhkan keburukannya dari mereka.

 

مَلعونٌ مَن ألقى‏ كَلَّهُ عَلَى النّاسِ؛

16-Terlaknatlah seseorang yang mengandalkan (kebutuhannya) atas orang lain.

 

اَلعِبادَةُ سَبعَةُ أجزاءٍ أفضَلُها طَلَبُ الحَلالِ؛

 

17-Ibadah itu mempunyai tujuh bagian dimana yang paling utama darinya adalah mencari (rezeki) yang halal.

 

أفضَلُ جِهادِ اُمَّتي انتِظارُ الفَرَجِ؛

18-Sebaik-baik jihad umatku adalah menunggu masa kelapangan.

 

سائِلوا العُلَماءَ وخاطِبُوا الحُكَماءَ وجالِسُوا الفُقَراءَ؛

19-Bertanyalah kepada para ulama, berdialoglah dengan orang-orang yang bijak dan bergaullah dengan kaum yang fakir.

 

فَضلُ العِلمِ أحَبُّ إلَىَّ مِن فَضلِ العِبادَةِ ، وأفضَلُ دينِكُم الوَرَعُ

20-Keutamaan ilmu lebih aku sukai daripada keutamaan ibadah, dan sebaik-baik agama kalian adalah wara`.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: