Negara Para Pecinta

Sesungguhnya cinta adalah kerajaan para raja, dimana tunduk kepadanya tawanan para raja, dan ditetapkan untuknya mahkota mereka, bahkan para raja mengabdi kepadanya laksana budak.

Jiwa para raja—yang mereka menguasai jiwa—tunduk kepadanya. Ketika Jalaluddin menyebutkan kefakiran yang parah dan cinta yang penuh cemburu ini, maka ia mengalami kegoncangan lalu ia memanggil dengan suara yang sangat keras: Semoga Allah “memberkati” penyembah materi dan penyembah fisik dalam kerajaan mereka dan harta mereka, karena kami tidak bersaing sedikit pun dengan mereka. Yang demikian itu karena kami adalah tawanan negara cinta yang tidak akan musnah dan tidak akan berubah.

Menurut pendapatku, inilah kerajaan yang tak tertandingi dan negara yang dikuasai oleh ulama-ulama Ilahi, tanpa ada pesaing dan penentang. Dengan kecintaan mereka yang dalam, dan ketertarikan mereka yang sempurna, serta gelora asmara mereka yang mengebu-ngebu, mereka naik ke “tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuas.” (QS. al-Qamar: 55) Itu adalah negara yang tidak akan pernah hancur dan kerajaan yang tidak akan pernah hilang serta cinta abadi yang tidak akan sirna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: